Kementerian Kesehatan RI menegaskan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai praktik higienis paling murah namun efektif melindungi anak dari penyakit menular, terutama sebelum makan — momen ketika kuman di tangan paling mudah berpindah ke mulut.
85% Penyakit Bisa Dicegah dari Tangan Bersih
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Maxi Rein Rondonuwu, menyebut CTPS sebagai teknik dasar pencegahan penyakit dengan tingkat keberhasilan 85%, dan turut mencegah penyakit memberat pada 15% kasus sisanya. Kebiasaan ini menekan diare, ISPA, hepatitis A, dan cacingan — penyakit yang paling sering menyerang anak yang terbiasa makan dengan tangan tanpa dicuci bersih.
Satu kebiasaan sederhana sebelum makan bisa menutup salah satu jalur infeksi paling umum pada anak Indonesia.
Posisi HIFDI
HIFDI mendukung dua hal: edukasi CTPS perlu jadi bagian rutin layanan FKTP — posyandu, PAUD binaan, hingga puskesmas keliling — bukan sekadar poster di dinding; dan tenaga kesehatan primer perlu terus mengingatkan orang tua bahwa CTPS sebelum makan bukan formalitas, melainkan lini pertama pencegahan penyakit pada anak.
Penutup
Membiasakan anak mencuci tangan pakai sabun sebelum makan, di rumah maupun sekolah, adalah investasi kesehatan paling murah yang bisa dilakukan setiap keluarga.
- Kementerian Kesehatan RI, "Cegah Kematian Anak Akibat Infeksi dengan Cuci Tangan Menggunakan Sabun", ayosehat.kemkes.go.id
- Kementerian Kesehatan RI, "Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada 5 Waktu Kritis", kemkes.go.id