Konsumsi gula pada anak Indonesia dinilai sudah melebihi batas aman. Kemenkes melaporkan banyak anak usia sekolah dasar ditemukan memiliki kadar gula darah tinggi, dan 2,2 juta anak mengalami tekanan darah tinggi yang dipicu pola makan tidak sehat.
Trennya mengkhawatirkan: obesitas anak dan remaja di Indonesia naik tiga kali lipat selama dua dekade terakhir. Gula berlebih meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, dan kerusakan gigi sejak usia dini.
Batas aman konsumsi gula menurut Kemenkes dan WHO maksimal 50 gram (4 sendok makan) per orang per hari. WHO menyarankan gula bebas idealnya kurang dari 10 persen total kebutuhan energi harian.
Dokter mengingatkan peran besar orang tua: batasi minuman manis dan kental manis, biasakan membaca label kemasan, serta lakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pemerintah juga mendorong pengendalian gula, garam, dan lemak (GGL) serta cukai minuman berpemanis untuk melindungi anak dari penyakit tidak menular.